Thursday, December 26

Kata Tarot Tentang Saya

Sekarang saya pacaran sama seorang tarot reader. Hahaha. Jangan salah mengerti dulu, saya nggak berganti pacar. Pacar saya tetap dan akan selalu yang itu tuh. Cuma saja, sekarang si pacar saya itu bertambah kemampuannya, sejak mengikuti sebuah workshop tarot secara gratis, Fertina pun jadi senang mengasah kemampuannya membaca kartu tarot. Kini, ia juga ikut serta tiap kali komunitas tarot buka lapak di sebuah acara.

Sebelumnya, saya tak pernah menjajal dibacakan tarot. Tapi, sejak Fertina bisa baca tarot maka saya pun jadi makin penasaran pengin nyobain juga. Akhirnya, ketika Fertina main ke rumah. Dia pun mengeluarkan kartu tarot kesayangannya, lalu memberikannya ke saya untuk dikocok.

Tara! tiga kartu yang saya pilih dari hasil kocokan saya itu bener-bener sesuai dengan apa yang terjadi pada semesta kehidupan saya. Nggak nyangka bisa sebegitu akuratnya. Inilah tiga kartu yang saya pilih.


Kata Fertina, kartu pertama yang bertuliskan Ace of Wands itu menunjukkan kalau saya punya banyak ide dan saya memegang kuat kesemuanya. Di kartu itu ada tangan yang keluar dari asap dan terlihat kuat memegang ranting yang banyak tumbuh daun-daun bakal di situ.

Kartu pertama itu langsung ditanggapi oleh kartu kedua. ah, betapa lihainya si pembaca tarot ini merangkai urutan keterkaitan antar kartu. Menurutnya, saya kerap (baca: sering banget) kebingungan bagaimana harus memperlakukan ide-ide yang saya punya tersebut. Semua kebingungan itu juga berpengaruh pada bagaimana masa depan saya. The Hanged Man, begitulah nama kartunya. Gambarnya, ya tentu saja orang yang sedang digantung terbalik.

Di posting yang lalu, saya pernah bercerita tentang ide dan malapetaka yang ditimbulkan jika kita memiliki terlalu banyak ide. Nah, apa yang diungkap dari pembacaan tarot dari Fertina ini lagi-lagi memperjelas ketidakbecusan saya dalam mengelola gagasan. Akhirnya, gagasan tersebut pun hanya menjadi gagasan. Tidak terwujud. Memegang ranting yang subur dan mudah tumbuh daun itu sulit jika dilakukan sambil menggantungkan diri. Tak tentu arah tumbuh daun-daunnya nanti.

Lantas, kartu terakhir pun didaulat Fertina sebagai solusi dari polemik itu. Di kartu jenis minor itu, terlihat seorang pria sedang berdiri di antara dua tiang. Tangannya hanya memegan satu tiang saja. Menurut Fertina, itu artinya pada akhirnya saya harus memilih. Tak mungkin seluruh gagasan saya raup semua. "Kamu harus fokus," begitu Fertina menyimpulkan.

Yang menarik adalah, seluruh petuah yang diungkap oleh kartu-kartu tarot itu tak jauh beda bunyinya dengan yang sering dikeluarkan Fertina kepada saya sebelumnya. Bedanya, kali itu, Fertina lebih mantap menyatakannya. Sebelum tarot, Fertina memang sudah mengerti saya lebih dulu.


Saya merasa belum puas menggali diri lewat tarot. Saya pun mengambil tumpukan kartunya lagi dan memilih kartu yang gambarnya saya suka. Ya, saya memilih hanya berdasarkan gambar, tanpa tahu apa artinya. Setelah dipilih, saya minta lagi Fertina untuk membacakannya.

Dari empat kartu yang saya pilih, dua di antaranya adalah yang sudah keluar di kocokan pertama tadi. Jadi, ada dua kartu baru yang saya pilih. Kartu bergambar cowok sedang mendekap berbatang-batang bambu sambil berjalan dan kartu bergambar tangan yang sedang memegang kepingan logam. Kartu cowok bambu itu saya pilih karena saya suka dengan latar birunya dan karena, hmmm, karena keren aja gitu dia bisa bawa banyak bambu dalam satu dekapan.

Tak beda jauh dengan kartu Ace of Wands, kartu bergambar cowok mendekap batangan bambu itu juga punya arti  kalau saya suka meraup banyak hal dalam satu waktu. Untungnya, kartu Ace of Pentacle agak membawa kabar baik. Saya berorientasi juga pada materi, kata Fertina. ah, semoga saja itu artinya, saya bakal memegang terus sejumlah keuntungan.

Setelah dibacain tarot, saya punya kesimpulan baru tentang tarot. Tarot itu bukan tahu gejrot, melainkan sistem referensi diri yang dirangkum berdasarkan pengamatan yang mendalam dan prosesnya panjang. Karena itu, seperti zodiak, tarot itu referensi pembacaan atas diri yang berbobot.


1 comment:

Lily Meilani said...

wahh mau dong dibacain tarot sama pacarnya kiram :3 haha

Post a Comment