Monday, November 25

Perihal Kreatifitas

"Kreatifitas itu sederhana, keinginan menjadi kerenlah yang membuatnya menjadi rumit," Pidi Baiq

Saya sebal menghadapi kenyataan bahwa  kreatifitas itu menjadi sia-sia kalau kita tak punya kemampuan manajemen dan apalah itu yang disebut sense of bussiness. Katanya, hasil kreasi kita akan nggak akan bisa bertahan lama kalau nggak dilengkapi dengan dua unsur itu.

Saya juga sebal sama tren start up, yang selalu mengajak semua orang untuk jadi pengusaha. Segala bentuk kreatifitas itu harus menjadi bisnis, harus bisa mendapatkan iklan, menggaet investor dan harus bersaing dengan usaha yang lain.Kita harus bisa membuat orang mengeluarkan uang untuk kita. Dan tak dipedulikan apalah jadinya kalau semua orang jadi pengusaha, tak ada yang ingin jadi pekerja biasa. 

Terus, saya juga sebal mengetahui bahwa kreatif dan nyeni itu punya kecenderungan yang beda. Kreatif berarti ide kita komersil, nyeni berarti ide kita nyeleneh, personal sekali dan cenderung butuh usaha lebih untuk dimengerti. Padahal keduanya merupakan bentuk gagasan, hasrat untuk berekspresi, dan daya untuk mencipta.

Apapula itu creativepreneur? kenapa tiba-tiba pelaku kreatif seolah harus mengubah identitasnya menjadi itu? biar lebih profesional? biar terlihat punya motivasi kuat di bidang bisnis? biar keren kalau ditanya sama mamah-papahnya?. 

Siapa pula itu yang membuat seolah-olah orang-orang kreatif yang tak pandai bicara, tak lihai presentasi di depan umum, selalu gugup jika ditanya orang yang tak diakrabi, tidak bisa berhasil? 

dan yang paling menyebalkan adalah ketika kini, saya merasa perlu mempelajari hal-hal yang saya sebali itu untuk melengkapi kreatifitas.

Yasudahlah. 

1 comment:

Nurul Cfauziah said...

sama

Post a Comment