Wednesday, July 11

Kesan Yang Terbungkus dari tur ke kantor Kaskus



Saat itu adalah tanggal 29, hari-hari terakhir milik bulan Juni. Dan entah apa yang membuat saya begitu antusias mendekati norak, sampai-sampai ingin betul memamerkan dokumentasi kunjungan saya ke kantor Kaskus hari itu. Bisa jadi karena tata interiornya yang sungguh menakjubkan. Tapi bisa jadi juga karena tur keliling kantor forum yang katanya paling largest se jagad Indonesia itu bisa saya dapat tanpa sengaja. 

 Saat itu adalah pukul 22, jam-jam terakhir milik hari yang saat itu adalah Jum’at. Adalah betul  jika kalian pikir kalau saat itu sudah gelap, tapi di situ, di tempat saya sedang duduk di bangku kayu yang jadi bagian dari cafetaria yang.. ahhh sungguh memukau sekali itu tata letaknya, masih terasa benderang. Seharusnya jam segitu itu saya pulang, karena technical meeting acara kumpul komunitas yang saya hadiri sudah selesai. Tapi saya memilih untuk meluangkan waktu sejenak. Untungnya, saya yang datang sendiri pun bertemu seorang relasi. Temannya teman yang dikenalin ke saya pada sebuah acara. Dia membawa temannya yang kemudian jadi teman baru saya. 

Singkat cerita, kami yang duduk bertiga kedatangan seorang lagi yang setelah berkenalan kami jadi tahu kalau dia itu namanya ... aaahh maap saya lupa, tapi kalau nggak salah sih Meli. Hehe  Lewat temannya Meli yang memang bekerja di Kaskus lah akhirnya kami bisa ikut diajak tur keliling kantor Kaskus. Meninggalkan rasa iri pengunjung-pengunjung lainnya yang mungkin mencuri dengar. hehe

Oke, cukup untuk cerita pengantar. Sini saya ceritakan apa-apa aja yang terkenang dari kantor Kaskus itu lewat parade foto. 



Green Room, begitulah ruangan pertama setelah resepsionis itu dinamakan. Nuansa cahayanya sedikit temaram, mungkin persis seperti di hutan.  Tapi suasananya tetap sejuk sentosa. Konon ruangan ini biasa dipakai untuk para karyawan menghibur diri. Coba aja itu lihat ada bola golf. Ya, dataran yang berundak-undak itu adalah lahan untuk bola golf yang kita pukul untuk memcoba masuk ke lubang. Pastinya, stik golf pun di sediakan. 


 Disebut sebagai kursi inul, karena bisa digoyang-goyang memutarn. Itu adalah Dery, teman saya yang sedang mencobanya sambil malu-malu.


 Taraaa. ada pistol air. Gede-gede pula. Hahah. Iseng banget nih yang maininnya. 


Setelah Green Room kita akan melewati sebuah koridor berdiding keramik putih kecil, sebenarnya ada nama khususnya. tapi saya lupa. Pertamax Wall kalau nggak salah inget. Seperti yang kamu lihat, tiap pengunjung diperkenankan menuliskan jejak tulisan di tiap kotak ubinnya.



Ya, itu adalah instalasi kakus yang ditempel vertikal di dinding. Tepat di lobangnya di pasang cermin. haha. kita diajak berkaca di muara kotoran kita dibuang. Sungguh metaforik. 


 diantara dinding yang nyaris rata permukaannya itu, ternyata ada yang menjadi sebuah pintu menuju ruang meeting.. semacam keren kan?!


itu adalah temannya si Dery yang akhirnya jadi temen saya juga. Namanya Tari, dia adalah penggagas proyek Gambar Harian. Sama seperti saya, dia pun gatel untuk menuliskan kesan di dinding itu. 

 Dan ini lah jeroan utama dari kantor Kaskus. Tempat para juragan-juragan kaskus yang sesungguhnya melancarkan aksinya. Dan yang berpose di depan itu adalah si kakak pemandu kami. Dia menduduki divisi marketing communication  di sini. 

 Saat kami datang, ada mas-mas deliverynya Pizza hut mengantar tujuh loyang Pizza. Kirain kami bakal ikut ditawarin. Tapi ternyata nggak. Tapi ngak apa-apa sih. heheh Oia,  itu yang disamping adalah perpustakaan mini. Isinya buku-buku kreatifitas, marketing dan pastinya, desain. 

 bahkan, di jam setengah sebelas malam pun kantor ini masih begitu hidup. Sedikit mirip dengan apa yang terjadi di kantor saya. tapi nggak serapih ini. :p

 Game room yang berada nggak jauh dari ruang kerja. Sungguh nyaman banget tempatnya. hehe. 

katanya sih ini namanya Pojok Galau. Mungkin di sofa itu sering terjadi adegan curhat sambil diiringi alunan lagu sendu dengan gitar kopong. Bisa jadi juga, boneka-boneka itu jadi saksi bisu karyawan yang mau curhat tapi nggak punya teman. .

Begitulah kira-kira yang berhasil saya tangkap di kamera. kalau Tari menggambarkan sosok dirinya di tembok pertamax saya pun nggak mau kalah ikut menuliskan kesan. Dan kira-kira begini lah bunyi: 
"Ini kantor apa Kaskus sih, kok ;mantap gan' banget? apa jangan-jangan ini kantornya kaskus?"

Dan rasanya nggak lengkap kalau abis ketemu teman baru terus menjalani pengalaman seru tapi nggak berfoto bersama. dan ini lah dia fotonya: 


dan inilah si pemandu kami. Maaf, saya lupa namanya. Tapi saya yakin kok, Tuhan nggak akan lupa mencatat amal baikmu, kak. Makasih yah. haha 


8 comments:

Sundea said...

Sumpah kantornya keren banget. Jadi pengen main ke sana deh kapan-kapan =D

baghendra said...

kantor tetangga selalu terlihat lebih bagus dari kantor sendiri... Ki kapan nongkrong-nongkrong minum susu?

terlalurisky said...

@Sundea: iya De.. sangat. hehe.. pengen rasanya rumah dibuat kayak gitu, biar kerjanya nggak usah ke kantor. hahaha.

@baghendra: masalahnya ini bukan tetangga, Dar. haha.Ayo banget, sebelum puasa nih.. siapa aja kira-kira yang bisa diajak...

Rahmathari Handayani said...

Namanya mindy kak hihihihi :3

derysuhe said...

wah ada ghueh :')

Imey Husdiany Husin said...

Bro , lokasinya dimana tuh ?

Anonymous said...

nama kakaknya itu dm bukan si?

Khairul Asmi said...

Keren.. jadi tau bentuk kantor kaskus itu gmn..

Post a Comment