Wednesday, October 5

Galau Berjamaah bersama Polyester Embassy

Malam minggu pertama milik bulan Oktober (1/10) didaulat sebagai hari bagi para jemaah Polyester Embassy untuk bersenandung bersama di Dago Tea House, Bandung dalam acara konser tunggal mereka yang diberi tajuk “Silent Yellow Ensemble”.


Saya pun termasuk sebagai salah satu jemaah yang cukup niat. Dengan memanfaatkan tempat bekerja, saya pun meminta free pass kepada pihak penyelenggara. Berangkatlah saya ke Bandung mengajak seorang kawan yang nggak perlu disebut lagi kalau namanya adalah Kindi.

Sekitar pukul 19.30 para pengunjung mulai merapat masuk ke dalam ruangan. Sejurus kemudian, Space Missile yang ditunjuk sebagai band pembuka memberikan musik untuk pemanasan. Lagu-lagu instrumental ala band-band postrock yang bernuansa galau dan berkecamuk pun digeber oleh band yang berisi dua pemain gitar ini. 

Tak banyak lagu yang dibawakan oleh Space Missile hingga akhirnya mereka turun panggung. Tak lama kemudian, siluet empat pemuda bertubuh kurus dan satu pemuda bertubuh gempal terlihat masuk mengambil posisi. Ya mereka lah Polyester Embassy. Tepuk tangan meriah ditemani kerlap-kerlip lampu nan silau menyambut lagu pertama mereka, Tragic Comedy. 

Berhubung konser tunggal ini adalah bentuk perayaan atas rilisnya album kedua Polyester Embassy – Fake/Faker – maka lagu-lagu dialbum tersebut lah yang banyak dimainkan. Dari mulai Later On, Faker, Air, Good Love hingga lagu Have You yang dibawakan Elang sang vokalis seorang. Tapi bukan berarti nomor-nomor dari Tragic Comedy dilupakan, Polypanic Room, Orange is Yellow, dan Faded Blur ikut dinyanyikan. 

Jika diibaratkan sebagai ustadz, maka Polyester Embassy ini adalah tipe ustadz yang introvert. Lebih sering membaca kitab ketimbang berteriak-teriak ceramah. Terbukti, durasi mereka berbicara di luar lagu sebentar banget. Sapaan kepada penonton pun dilakukan seadanya. Tapi, ya, sebagai imam, Polem sukses membuat jemaahnya bermuhasabah, menasbihkan lirik-lirik dalam goyangan-goyangan kecil sambil memejamkan mata dan mengerutkan dahi.

Bukan konser tunggal kalau hadir tanpa kejutan. Dalam konser ini, Polyester Embassy dengan sangat memukau meng-cover lagu Don’t Save Us From The Flames milik M83. Lagu yang anthemic itu pun membuat para penonton bersama-sama bernyanyi.

Tata cahaya dalam konser ini sepertinya perlu mendapat cacian se dikit. Memang sih kerlap-kerlip lampu yang nggak karuan itu sejalan dengan irama yang bikin mood berkecamuk. Tapi intensitasnya yang berlebih bikin mata pusing. Jadilah saya males untuk melihat ke arah panggung. Para personil Polem dipanggung pun hanya terlihat sebagai siluet.

Ketika jam menunjukkan pukul 22.30 pun terasa benar kalau Polyester Embassy mulai mengakhiri konser. Akhirnya, lagu Space Travel Rock n Roll dimainkan, lagu yang memang menjadi nomor terakhir di album itu dijadikan sebagai lagu penutup konser.

mari kita tutup ini dengan membaca Hamdallah 

Alhamdulillah.. 




click the photos to enlarge!
foto-foto ini dihasilkan dengan menggunakan film kodak Portra 160 VC 
(kurang gaya apa coba gua, motret liputan pake kamera film. ck ck ck)

2 comments:

TANTRI SWASTIKA said...

fotonya canggih2 0_0 *matabelo* *duajempol**standingapplause*

terlalurisky said...

huaha.. yang canggih mah yang perform. fotografer cuma 'mencuri'

Post a Comment