Friday, September 16

Plat Nomor dan Kepedulian

Ada hal yang sedikit berbeda dengan perjalanan pergi-pulang kantor dua hari ini. Beberapa kali ada pengendara motor  yang menyapa saya. Kami tidak saling mengenal. Dia hanyalah orang yang sempat berada di belakang saya. Lalu, entah memang sengaja mengejar menghampiri saya atau memang dia jalan lebih cepat, pokoknya si pengendara motor itu menyapa saya. Dan siapa lah yang tidak senang kalau ada yang menyapa di jalan. 

Awalnya saya kaget, apalagi orang yang pertama menyapa saya cukup terburu-buru, dia menyapa dengan bahasa tangan, pun sambil nyalip saya. Jadi saya nggak ngerti maksud sapaan dia. Beberapa kilometer setelah sapaan pertama, ada satu lagi pengendara motor yang menghampiri saya. Kali ini dia lebih jelas, saya pun jadi tahu gerangan apa yang membuat orang tadi menyapa saya, yaitu plat nomor belakang motor saya sudah mau lepas dari tempatnya. Bautnya yang seharusnya ada dua tinggal satu. Jadilah ia seperti tubuh yang bergelantung di tebing dengan hanya satu tangan.

Tapi untungnya saya tahu kalau ternyata si baut yang satunya lagi itu cukup kencang, jadi saya anggap dia bisa mempertahankan plat motor itu. Ditambah rasa malas untuk mencarikan baut, saya pun membiarkan keadaan itu. Bahkan sampai dua hari. Dasar Rizki..

Alhasil, semakin banyak orang yang menyapa saya. Dari perjalanan kantor-rumah aja ada sekitar sepuluh orang yang menghampiri saya dan mengingatkan keadaan plat nomor itu.

Lucunya, ada seorang ibu yang sedang dibonceng melihat ke arah saya berkali-kali. Saya  sadar betul kalau sebenarnya dia ingin mengingatkan juga. tapi entah kenapa belum ada satu kata pun yang terlontar. Sampai akhirnya ia beraksi, sambil menunjuk ke arah belakang motor saya mulutnya yang tersimpan dibalik kaca helm pun bergerak menyusun kalimat: “Mas STNKnya mau jatuh tuh”. Dengan sangat pelan-pelan dan penuh kesopanan saya pun tertawa dalam hati. Trus saya jawab kepada dia sebuah senyuman tulus disertai acungan jempol tanda kalau saya sudah tahu. Padahal hati saya berkata: STNK saya mah ada di dompet, Bu!, nggak mungkin saya tempel di belakang motor. hihihi

Saya senang dengan keadaan ini, bisa saling menyapa di tengah hiruk pikuk lalu lintas Menteng-Ciledug itu sungguh sesusomething very-very banget loh. Bikin hati seger. apalagi kalau yang nyapa itu tulus sambil senyum. Beuh. Saya jadi berpikir untuk tidak membenarkan plat nomornya itu. haha.

Sebelum kejadian ini, saya sering ber-suudzon bahwasannya para pengendara motor tuh kalau udah di jalan suka lupa sama orang lain. Tidak pedulian. Tapi ternyata saya salah, tapi saya bukan Salah Sechan yang gosipnya mau cerai itu. Ternyata kita saling peduli dan saling mengingatkan, bukan cuma perihal plat nomor yang mau copot aja, tapi kalau diingat-ingat kita juga sering nggak sadar kalau standar samping motor belum dilipat atau mungkin pintu mobil yang belum rapat. Dan di saat itu selalu ada orang yang mengingatkan. 
 
ahh, betapa terkadang orang lain bisa lebih peduli terhadap diri kita dibanding diri kita sendiri..

16092011712

16 September 2011.


...
nb:
by the way, sekedar just info, sebagai bentuk kepedulian, saya setiap hari bawa helm dua loh walau pun saya berangkat sendiri. Kalau ada dari kalian yang jumpa dengan saya dan mau nebeng, saya akan dengan senang hati menerimanya. Syaratnya satu, jangan gengsi. :)

4 comments:

Sundea said...

Cara lo merhatiin hal2 kecil kayak gini bikin gue selalu senyum, Ki. Nice one. Sama kayak pas lo cerita ttg bokap lo di forum diskusi Dongeng Rangkas.

Kalo suatu saat gue impulsif dtg ke Jkt, gue tau minta jemput sama siapa. Situ kan pasti bawa helm 2 ... hahaha ...

terlalurisky said...

haha, itu ilmu juga gua dapet dari elu, Dea. Beneran deh. :)
Ternyata memang banyak hal-hal sederhana yang sebenernya istimewa.

Nah, jangan sungkan lah, selain bawa helm 2 kalau lu dateng ke sini gw akan bawa 2 motor juga. hahaha...

Sundea said...

Wahaha ... bawain yg nyetirin motor ke dua juga, ya, Ki, yg ganteng, tar gue bawain Asep buat lo sebagai barteran =p

Indra said...

lo tau aja deh ki gosip ttg Salah Sechan....:D

komen gua ga penting banget ya ah

Post a Comment