Thursday, September 23

Membudayakan Menumpang: Sebuah Ide Untuk Memberantas Kemacetan Kota.

"Pantesan aja, pada naik mobilnya sendiri-sendiri, satu orang satu mobil"

"Gileee, gimana kota ini nggak macet mulu yah, kebanyakan mobil."

"Iya seharusnya kan kalo banyak orang yang naik angkot nggak begini ceritanya. Hmm kira-kira kenapa yah orang-orang males naik angkot. Mungkin karena angkot itu sering ngetem, jadi lama.  Selain itu rutenya nggak bebas. trus nggak aman, banyak pengamen, berdesak-desakan alias nggak nyaman. Dan berarti biar orang2 pada mau naik angkot lagi ya pemerintah atau si pemilik angkot itu kudu membenahi imej nya. Huff, padahal masalah ini udah bertahun-tahun, tapi nggak ada perubahan."

"Kalo gua punya pendapat lain ki, coba pikir deh, apa salahnya naik mobil pribadi, nggak ada kan, emang kenyataannya kita pasti lebih menikmatinya, adem ada AC, bisa denger radio, dan jalan langsung ke tujuan. Gua punya ide untuk membudayakan numpang. Jadi nggak ada lagi tuh istilah satu orang satu mobil. Atau kalau bahasa numpang itu negatif atau memalukan konotasinya kita ganti deh jadi Joinan deh. Pasti lu pernah ngerasain kan, lagi BT banget nungguin angkot yang lama datengnya trus lewat dan berenti mobil pribadi yang keliatannya cuma berpenghuni satu, dan masih bisa numpang. Pasti terbesit pikiran untuk ikut kan. Masalah arah bisa diomongin nanti deh, yang penting kita bergerak dan ngerasa nyaman."

"Wah bener juga tuh, gua juga sering minta nebeng orang kalo lagi jalan ke Kosan, kan jalan ke kosan gua nanjak banget tuh, jadi setiap ada motor lewat gua selalu nengok, memberi sinyal kepada pengendara motor yang sendirian untuk mengajak gua. haha. trus-trus?"

"Iya jadi kita mengkampanyekan join-joinan alias numpang-numpangan itu. Mungkin pertamanya harus ada lembaga yang mengurus ini semua. Mendata orang-orang yang ingin  bergabung. Baik sebagai penumpang atau pemberi tumpangan. Nah entar diciptakan istilah Penumpang Yang Baik dan Pemberi Tumpangan Yang Baik.  Tentunya ada syarat-syaratnya. Ya syaratnya standar aja, mereka harus punya sikap dan niat yang baik lah. dengan pendataan di tahap awal, seenggaknya bisa menjamin keamanan kedua belah pihak kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu diberikan semacam identitas gitu. Kayak Pin dan stiker lah yang bisa mengidentifikasikan ketika di jalan kalau mereka adalah penumpang dan pemberi tumpangan yang baik."

"Berarti perlu juga tuh ada gerakan-gerakan khusus yang menandakan kalo seseorang ingin numpang. Kalo bisa sih yang beda dengan gerakan biasa yang cuma melambai-lambaikan tangan doang."

"Hmm bisa juga, eh lu ada ide nggak untuk sebutan Penumpang Yang Baik dan Pemberi Tumpangan yang Baik. Nggak asoy kalo gitu"

" Ah gitu juga udah bagus kok. hahah.. Males mikir. Seru juga yah, dengan budaya menumpang ini kita bisa berkenalan dengan banyak orang nih pasti. Indonesia banget lah jadinya. Dan pastinya yang pertama kudu dilakukan adalah menghilang imej MENUMPANG sebagai perbuatan yang malu-maluin dan penuh gengsi. Coba deh pikir.  Dulu, bersepeda ke kantor adalah hal yang tabu, tapi karena diistilah dengan BIKE TO WORK jadi lebih keren, bahkan malah jadi gaya hidup. So, NUMPANG KE KANTOR atau apa pun itu juga bisa sukses."

"Gua yakin maksud pemerintah bikin aturan 3 in 1 tuh kayak gini deh. Ngajak orang untuk bareng biar nggak ada tuh yang namanya satu mobil satu orang."

"Cool. obrolan kita kali ini berkualitas banget. haha."

#terinspirasi dari obrolan sepasang cewek-cowok ketika mereka naik motor dan selalu kejebak macet.

No comments:

Post a Comment