Friday, December 2

Seperti Menemukan Tahu Sumedang di Belitung



Kunjungan saya ke Belitung ini besar dipengaruhi oleh Rima yang berulang tahun. Ia ingin merayakannya dengan nyobain solo traveling  di saat-saat ia menuju usia 23 tahun. Rima sudah merencanakannya sejak lama. Sejak September kalau nggak salah. Doi sudah beli tiket pesawatnya--lewat penjual tiket promo di Instagram--sudah memesan kamar untuk dirinya di Surya, penginapan yang paling direkomendasikan para bloger karena biaya permalamnya berkisar 80-150 ribu; dan sudah merencanakan tempat-tempat yang akan dikunjunginya kemudian. 

Nah, yang terakhir itu Rima nggak mau banyak menceritakannya. Ya nggak masalah. Rima punya hak untuk memiliki rencana perjalanannya sendiri; sebagaimana saya punya hak untuk diam-diam punya rencana untuk menyusulnya. 

Saya berangkat Sabtu siang bermodal tiket Sriwijaya yang saya beli sekitar Rp 350.000. Agak nggak mau kalah dari Rima, saya pun ingin mencicip pengalaman menjelajah daerah baru sendirian. Setibanya di Belitung saya langsung menaruh barang di penginapan, menyewa motor Kharisma beserta helmnya dengan ongkos Rp 70.000 perhari, lalu ngebut--tapi sayang, kecepatannya cuma mentok di 60 km/jam--ke daerah Pantai Tanjung Klayar yang berjarak sekitar 35 km dari kota Tanjung Pandan, dengan mengandalkan GMaps tentunya. Jalanan yang saya lewati itu adalah jalanan yang paling damai, bersahaja, dan sepi yang pernah saya lewati. Di kota tempat kita bisa meninggalkan motor dengan kunci masih terpasang sekali pun, tanpa merasa resah akan ada yang mencurinya ini, jalanan sepi nggak menyimpan ancaman.

Wednesday, November 23

Dari Kelas Menulis Calon Pengajar Muda

Tebak, saya yang mana? Ya, betul. Yang motret! 
Ayu Utami, di buku Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis, bilang bahwa ada dua faktor utama yang membuat kita menulis, yaitu dorongan dan ide. Saya sepakat. Dorongan itu bisa berupa keinginan dari diri sendiri, atau ajakan (juga perintah) dari pihak lain. Sementara ide, adalah manifestasi dari pengalaman, ekspresi dan pemikiran kita, dikaitkan dengan kebutuhan atau tuntutan tertentu.

Nah, ngomong-ngomong soal dorongan, para calon pengajar muda tuh pasti bakal punya dorongan besar gara-gara pengalaman mereka bertugas di daerah pelosok setahun ke depan. Jadi, sebenarnya, tanpa perlu dituntut lagi sama pihak Indonesia Mengajar, mereka mesti punya hasrat untuk bercerita. 

Mahsyur membuktikannya. Pengajar Muda angkatan III ini cerita ke saya, selama di daerah dia hampir nggak pernah melewati hari tanpa menuils sesuatu di malam harinya.

Wednesday, November 9

Restoran Cantik di Tengah Pemandangan Indah Seminyak


(sumber foto: hotelseminyakbali.com)

Pulau Dewata Bali merupakan salah satu pulau cantik di Indonesia dengan berbagai objek wisatanya yang menakjubkan. Pilihannya lengkap, mulai dari wisata alamnya seperti Pantai Kuta yang terkenal dengan sunset-nya, Pantai Sanur yang terkenal dengan sunrisenya, wisata sejarah, kuliner hingga wisata belanja.

Pengunjung yang datang, baik wisatawan lokal yakni penduduk Bali maupun dari luar daerah seperti Jakarta, Jawa, hingga pengunjung dari mancanegara menjadikan Bali tempat berlibur yang paling favorit. Ramainya pengunjung tak kenal waktu, mulai dari hari biasa hingga hari libur, hingga merubah Bali dalam sekejap menjadi lautan manusia.

Salah satu kawasan yang menjadi tempat favorit untuk berlibur di Bali adalah Kawasan Seminyak. Selain tempat wisata yang ramai dikunjungi, penginapan atau hotel yang ada di Kawasan Seminyak pun kebanjiran booking pengunjung. Ada banyak hotel atau resort yang tersebar di Seminyak sebagai tempat menginap sementara selama Anda berlibur di Bali.

Sunday, October 16

(Cerpen) Surat Pertama


Kamis pagi ini terasa janggal bagi Yusuf si pengantar surat. Bagaimana tidak, ketika sedang memilah-milah surat untuk dikelompokkan berdasarkan kota tujuan, ia mendapati sebuah surat dengan nama anaknya sebagai pengirim. Ditujukan ke sebuah alamat di Bandung, kode pos 40162. Dalam tumpukan itu, banyak juga surat-surat lain yang bertuliskan tulisan anak kecil.

"Kemaren siang rame banget anak-anak SD pada kemari, Suf. Sama gurunya juga. Tau deh tuh surat mau dikirimin ke mana. Satu sekolah disuruh ikutan jawab kuis kali ya," Ali menjelaskan, seperti tahu kebingungan Yusuf.

Dua hari sebelumnya, di pelajaran Bahasa Indonesia kelasnya Suratni, anak Yusuf, Bu Yuli meminta murid-murinya membuka buku LKS. Semua anak tahu betul, kalau Bu Yuli sudah menyebut LKS, pasti jam main mereka bakal berkurang. Tapi, tugas yang akan diberikan Bu Yuli ke murid-murid kelas 5 kali itu sungguh berbeda dari biasanya.